Menjelang tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh Indonesia pasti mulai menyiapkan perayaan Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita. Biasanya, kita akan melihat panitia masjid sibuk Membangun tenda, serta anak-anak yang antusias menonton hewan qurban. Namun, tahukah Anda bahwa suasana Idul Adha di Makkah ternyata berbanding terbalik dengan kemeriahan di Tanah Air?
Kenyataannya, banyak masyarakat yang masih membayangkan kota Makkah akan sangat padat dan meriah di hari tersebut. Padahal, realita di lapangan justru akan membuat Anda merinding karena kesyahduannya. Maka dari itu, mari kita mengintip tiga fakta unik tentang perayaan Lebaran Haji di Tanah Suci yang wajib Anda ketahui.
1. Suasana Idul Adha di Makkah: Kota Mendadak Sepi
Pertama-tama, hal paling mengejutkan yang akan Anda temukan saat Idul Adha tiba adalah jalanan kota Makkah yang mendadak lengang. Jika pada hari biasa Masjidil Haram selalu sesak, maka pada hari H Lebaran, suasananya jauh lebih tenang.
Mengapa demikian? Sebab, jutaan jamaah haji dari seluruh dunia sedang meninggalkan pusat kota Makkah. Mereka semua tengah berkumpul di Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina untuk menyelesaikan puncak ibadah haji. Pemandangan lengang ini sungguh menghadirkan rasa syahdu yang luar biasa bagi warga lokal yang menetap di Makkah.
2. Tidak Ada Tontonan Pemotongan Hewan Qurban di Masjid
Selanjutnya, jika Anda berharap bisa melihat prosesi penyembelihan sapi atau kambing di halaman masjid seperti di Indonesia, Anda pasti akan kecewa. Faktanya, Pemerintah Arab Saudi melarang keras warga maupun jamaah untuk menyembelih hewan secara sembarangan di area pemukiman atau masjid.
Sebagai gantinya, pemerintah telah menyediakan kompleks rumah potong hewan (RPH) raksasa yang sangat modern di wilayah Muaisim. Di sanalah, para petugas profesional memotong jutaan hewan Dam (denda pelanggaran ihram) dan qurban secara serentak. Sistem terpusat ini menjaga kebersihan kota Makkah agar tetap steril dan bebas dari bau tak sedap.
3. Fokus Utama: Melontar Jumrah Aqabah
Lebih lanjut, suasana Idul Adha di Makkah khususnya bagi para jamaah haji tidak diisi dengan acara makan-makan daging atau silaturahmi ke rumah tetangga. Tepat pada tanggal 10 Dzulhijjah, seluruh jamaah justru sedang mengerahkan sisa tenaga mereka untuk berjalan kaki menuju area Jamarat.
Di lokasi tersebut, mereka wajib melontarkan tujuh kerikil ke tugu Jumrah Aqabah. Ritual ini melambangkan perlawanan manusia dalam mengusir godaan setan, meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim AS.
Obati Rindu Tanah Suci Melalui Umrah
Pada dasarnya, mengetahui syahdunya perayaan Idul Adha di Makkah pasti membuat hati kita semakin rindu untuk menginjakkan kaki di sana. Meskipun Anda belum berkesempatan melaksanakan ibadah haji tahun ini, pintu Baitullah selalu terbuka lebar.
Oleh sebab itu, mari kita merencanakan perjalanan spiritual Anda di musim Umrah mendatang. Pastikan Anda mulai menyiapkan tabungan dan memilih biro perjalanan yang memiliki rekam jejak terpercaya, agar Anda bisa menikmati syahdunya beribadah di kota suci!


