Mendekati jadwal penerbangan, rasa antusias para calon jamaah haji pasti sedang berada di titik tertinggi. Namun, di tengah gegap gempita persiapan tersebut, kita baru saja mendapatkan sebuah kabar yang cukup menyayat hati dari Sumatera.
Berdasarkan laporan berita nasional terbaru, terdapat dua calon jemaah haji asal Jambi yang dinyatakan gagal berangkat menuju Tanah Suci. Kenyataannya, kedua jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) BTH 13 tersebut terpaksa menunda mimpi besarnya karena terhalang oleh faktor kesehatan. Oleh karena itu, mari kita menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat keras tentang betapa krusialnya menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan.
1. Istitha’ah Kesehatan Bukan Sekadar Syarat Formalitas
Pertama-tama, banyak calon jamaah yang sering kali menganggap remeh tahapan pemeriksaan kesehatan. Sering kali, mereka hanya fokus pada pelunasan biaya dan bimbingan manasik, lalu mengabaikan anjuran dokter terkait penyakit bawaan yang mereka miliki.
Faktanya, Kementerian Agama saat ini sangat ketat dalam menerapkan aturan Istitha’ah Kesehatan. Dengan demikian, jika hasil observasi medis menunjukkan bahwa kondisi jamaah tidak memungkinkan untuk terbang, pihak panitia berhak penuh untuk membatalkan atau menunda keberangkatan demi keselamatan nyawa jamaah itu sendiri.
2. Kelelahan Ekstrem Menjelang Hari Keberangkatan
Selanjutnya, salah satu pemicu utama menurunnya kondisi jamaah menjelang hari-H adalah kelelahan yang luar biasa. Biasanya, budaya masyarakat kita selalu menggelar acara walimatussafar (syukuran keberangkatan) dan terus-menerus menerima tamu yang datang menjenguk hingga larut malam.
Akibatnya, jamaah kurang mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas. Selain itu, stres dan rasa gugup (anxiety) yang tidak terkelola juga bisa memicu naiknya tekanan darah atau asam lambung secara tiba-tiba. Alhasil, saat masuk ke asrama haji, tubuh jamaah langsung drop dan tidak lolos skrining kesehatan akhir.
3. Langkah Antisipasi Agar Fisik Tetap Prima
Lebih lanjut, untuk mencegah kejadian serupa menimpa Anda, langkah pencegahan harus dimulai dari sekarang. Pastikan Anda sudah mulai membatasi kegiatan sosial yang menguras tenaga minimal dua minggu sebelum jadwal masuk asrama.
Terlebih lagi, Anda wajib mematuhi aturan konsumsi obat-obatan rutin bagi yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi. Satu hal yang penting, perbanyak meminum air putih dan rutin melakukan peregangan otot ringan setiap pagi agar sirkulasi darah tetap lancar menjelang penerbangan jarak jauh.
Niat yang Kuat, Fisik yang Sehat
Pada dasarnya, rukun Islam kelima ini adalah ibadah yang sangat mengandalkan ketahanan fisik ekstra, mengingat Anda akan berkumpul dengan jutaan manusia di tengah cuaca panas Arab Saudi. Sebab, tanpa fisik yang sehat, kekhusyukan ibadah Anda pasti akan sangat terganggu.
Maka dari itu, mari kita menjaga titipan kesehatan dari Allah SWT ini dengan sebaik-baiknya. Kami dari Adam Internasional Tur & Travel tidak akan pernah lelah mengingatkan seluruh jamaah agar selalu sehat sejak dari Tanah Air hingga kembali lagi membawa predikat mabrur!
Sumber Referensi Resmi:
-
Kompas Regional – Laporan Berita: Dua Calon Jemaah Haji Jambi Gagal Berangkat, Faktor Kesehatan Jadi Penyebab Utama.
-
Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) – Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Istitha’ah Kesehatan Jemaah Haji.





