Sering Keliru! Begini Tata Cara Niat Ihram dari Miqat yang Sesuai Sunnah

Jamaah melaksanakan tata cara niat ihram di masjid miqat Bir Ali.

Memasuki fase krusial ibadah haji maupun umrah, seluruh jamaah akan bergerak menuju batas suci atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Miqat. Di titik inilah, setiap jamaah wajib memahami dan menerapkan tata cara niat ihram secara tepat sebelum memasuki kota suci Makkah.

Sayangnya, di tengah hiruk-pikuk perjalanan, banyak jamaah yang mendadak panik dan melupakan urutan pelaksanaannya. Padahal, kesalahan di fase awal ini bisa mempengaruhi keabsahan ibadah Anda. Oleh karena itu, mari kita membahas secara tuntas empat langkah mudah yang wajib Anda lakukan saat mengambil miqat.

1. Tata Cara Niat Ihram Dimulai dengan Mandi Sunnah

Pertama-tama, sebelum Anda mengenakan helaian kain suci, Anda sangat disunnahkan untuk membersihkan diri secara menyeluruh. Biasanya, jamaah melakukan mandi sunnah ihram ini di hotel masing-masing sebelum bus berangkat menuju lokasi miqat (seperti Bir Ali atau Yalamlam).

Saat mandi, pastikan Anda membersihkan seluruh kotoran, memotong kuku, dan Merapikan kumis atau bulu ketiak. Tindakan ini bertujuan untuk menyiapkan fisik dan batin Anda dalam kondisi paling suci sebelum menghadap Sang Pencipta.

2. Memakai Kain Ihram dan Memakai Wangi-wangian

Selanjutnya, setelah tubuh bersih, Anda bisa langsung memakai pakaian ihram. Bagi laki-laki, Anda hanya boleh menggunakan dua helai kain tak berjahit untuk menutupi bagian bawah (sarung) dan bagian atas (selendang). Sedangkan bagi perempuan, Anda wajib mengenakan pakaian yang menutup seluruh aurat kecuali wajah dan telapak tangan.

Menariknya, sebelum Anda mengucapkan niat, laki-laki sangat disunnahkan untuk memakai wangi-wangian (parfum) di tubuh, bukan di kain ihramnya. Namun, Anda wajib mengingat bahwa begitu niat ihram terucap, larangan menggunakan wangi-wangian akan langsung berlaku mutlak!

3. Melaksanakan Shalat Sunnah Ihram Dua Rakaat

Lebih lanjut, setibanya Anda di masjid tempat miqat (misalnya Masjid Dzulhulaifah di Bir Ali), Anda disunnahkan untuk mendirikan shalat sunnah ihram sebanyak dua rakaat.

Pada rakaat pertama, Anda bisa membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, lalu melanjutkannya dengan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Langkah spiritual ini akan menenangkan hati Anda dan memfokuskan seluruh pikiran Anda semata-mata untuk menyelesaikan ibadah haji atau umrah.

4. Melafalkan Niat Saat Kendaraan Mulai Bergerak

Terakhir, inilah inti dari seluruh tata cara niat ihram yang sering membuat jamaah bingung. Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan niat? Berdasarkan tuntunan sunnah, Anda sebaiknya melafalkan niat (misalnya Labbaik Allahumma Hajjan untuk haji) tepat saat bus atau kendaraan Anda mulai bergerak meninggalkan lokasi miqat.

Begitu lisan Anda mengucapkan kalimat talbiyah ini, maka saat itu juga seluruh aturan dan larangan ihram resmi mengikat Anda. Oleh sebab itu, Anda harus terus menggemakan kalimat talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah untuk menjaga kesucian ibadah Anda.

Niat yang Lurus, Ibadah Menjadi Sempurna

Pada dasarnya, mengambil miqat bukanlah sekadar batas wilayah geografis semata, melainkan garis start bagi komitmen spiritual Anda. Jika Anda sudah memahami urutannya dengan benar, rasa was-was pasti akan langsung menghilang.

Maka dari itu, mari kita menghafalkan niat dan urutan ini dari sekarang. Pastikan Anda menjalani setiap prosesnya dengan hati yang ikhlas agar perjalanan ibadah Anda mendapatkan ganjaran mabrur!

Bagikan Artikel

Artikel Menarik Lainnya