Tempat-Tempat Mustajab untuk Berdoa di Makkah yang Perlu Diketahui

Tempat mustajab makkah

Tempat-Tempat Mustajab untuk Berdoa di Makkah yang Perlu Diketahui

Makkah bukan sekadar kota suci tempat umat Islam melaksanakan ibadah umroh dan haji. Di dalamnya terdapat tempat-tempat mulia yang sejak dahulu menjadi tujuan umat Islam untuk berdoa, bermunajat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagi jamaah yang berkesempatan menginjakkan kaki di Tanah Suci, momen tersebut tentu menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak doa. Namun, penting untuk memahami bahwa tidak semua tempat yang sering disebut “mustajab” memiliki dalil dengan tingkat kekuatan yang sama. Karena itu, jamaah perlu mengetahui mana tempat yang memiliki dasar kuat dalam syariat dan bagaimana menyikapinya dengan bijak.

Artikel ini membahas beberapa tempat mustajab untuk berdoa di Makkah, adab berdoa, serta tips agar waktu di Tanah Suci dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Mengapa Makkah Menjadi Tempat Istimewa untuk Berdoa?

Bayangkan Anda berdiri di hadapan Ka’bah, tempat yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia. Jutaan orang pernah memanjatkan doa di tempat yang sama, dengan harapan dan air mata yang berbeda-beda.

Makkah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Di kota inilah terdapat Ka’bah dan Masjidil Haram, tempat yang menjadi pusat ibadah umat Islam.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 125 tentang Ka’bah sebagai tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia.

Selain kemuliaan tempat, doa juga merupakan bentuk ibadah yang sangat dianjurkan. Karena itu, jamaah umroh sebaiknya tidak hanya sibuk mengejar dokumentasi atau berbelanja, tetapi juga menyediakan waktu khusus untuk berdoa dan berdzikir.

1. Multazam: Salah Satu Tempat yang Banyak Dicari untuk Berdoa

Jika ada satu tempat di sekitar Ka’bah yang sering menjadi tujuan jamaah untuk memanjatkan doa dengan penuh harap, salah satunya adalah Multazam.

Multazam merupakan area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Tempat ini dikenal dalam berbagai riwayat sebagai tempat yang dianjurkan untuk berdoa.

Banyak jamaah berusaha mendekati Multazam setelah melakukan thawaf. Mereka memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan, memohon ampunan, kesehatan, rezeki, keselamatan, dan kebaikan dunia akhirat.

Namun, jamaah harus tetap memperhatikan kondisi sekitar. Jangan sampai keinginan menyentuh atau mendekati Multazam membuat seseorang mendorong, menyakiti, atau mengganggu jamaah lain.

Adab Berdoa di Multazam

Beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • Berdoa kepada Allah SWT dengan penuh keyakinan.
  • Tidak memaksakan diri untuk menerobos kerumunan.
  • Tidak menyakiti jamaah lain.
  • Memperbanyak istighfar dan doa.
  • Tidak meyakini bahwa doa hanya sah jika harus menyentuh dinding Ka’bah.

Yang terpenting bukan seberapa dekat tubuh kita dengan Ka’bah, tetapi seberapa dekat hati kita kepada Allah SWT.

2. Di Dalam Hijr Ismail

Ada sebuah area di samping Ka’bah yang bentuknya seperti setengah lingkaran. Di balik bentuknya yang sederhana, terdapat sejarah penting yang membuat area ini begitu istimewa.

Hijr Ismail atau Al-Hijr merupakan area berbentuk setengah lingkaran yang berada di sebelah utara Ka’bah.

Area ini merupakan bagian dari Ka’bah berdasarkan penjelasan para ulama dan sejarah pembangunan Ka’bah. Karena itu, shalat di Hijr Ismail memiliki keutamaan tersendiri.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai Hijr Ismail dan beliau menjelaskan bahwa bagian tersebut termasuk bagian dari Ka’bah.

Mengapa Jamaah Dianjurkan Berdoa di Hijr Ismail?

Karena Hijr Ismail merupakan bagian dari Ka’bah, jamaah yang mendapatkan kesempatan berada di dalamnya dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk:

  • Shalat sunnah.
  • Berdoa.
  • Berdzikir.
  • Membaca Al-Qur’an.
  • Memohon ampun kepada Allah SWT.

Namun, perlu diingat bahwa area ini biasanya sangat ramai.

Jangan memaksakan diri masuk jika kondisi tidak memungkinkan. Keselamatan dan ketertiban jamaah tetap harus menjadi prioritas.

3. Di Dekat Hajar Aswad

Batu hitam yang berada di salah satu sudut Ka’bah ini menjadi salah satu bagian yang paling dikenal dalam rangkaian ibadah thawaf.

Hajar Aswad memiliki kedudukan khusus dalam ibadah haji dan umroh. Jamaah disunnahkan untuk mengusap atau mencium Hajar Aswad jika mampu dan kondisi memungkinkan.

Jika tidak memungkinkan untuk mendekat, jamaah dapat melakukan istilam dengan memberi isyarat menggunakan tangan sambil mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar”.

Yang perlu dipahami adalah, Hajar Aswad bukan tempat untuk meminta sesuatu kepada batu tersebut. Doa tetap ditujukan hanya kepada Allah SWT.

Jangan Memaksakan Diri

Kerumunan di sekitar Hajar Aswad dapat sangat padat. Karena itu:

Jangan sampai mengejar keutamaan sunnah dengan cara menyakiti atau mendorong orang lain.

Jika kondisi sangat padat, cukup melakukan isyarat dari kejauhan.

Ibadah yang dilakukan dengan tenang dan tidak merugikan orang lain jauh lebih baik daripada memaksakan diri.

4. Di Dalam Masjidil Haram

Tidak semua doa harus dilakukan di titik tertentu. Terkadang, duduk tenang di dalam Masjidil Haram sambil mengangkat tangan kepada Allah justru menjadi momen yang sangat mengharukan.

Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat besar. Shalat di dalamnya memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan shalat di tempat lain.

Jamaah dapat memanfaatkan waktu berada di Masjidil Haram untuk memperbanyak:

  • Shalat sunnah.
  • Dzikir.
  • Membaca Al-Qur’an.
  • Istighfar.
  • Shalawat.
  • Doa untuk diri sendiri dan keluarga.

Tidak perlu menunggu berada di depan Ka’bah untuk berdoa.

Di mana pun Anda berada di Masjidil Haram, arahkan hati kepada Allah dan manfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

5. Saat Melihat Ka’bah

Ada momen ketika seorang jamaah pertama kali melihat Ka’bah dan tiba-tiba air mata mengalir tanpa direncanakan.

Melihat Ka’bah secara langsung setelah bertahun-tahun hanya melihatnya melalui foto atau video merupakan pengalaman spiritual yang sangat kuat.

Banyak jamaah memanfaatkan momen tersebut untuk berdoa.

Namun, perlu kehati-hatian dalam menyebarkan informasi tentang “doa khusus ketika pertama kali melihat Ka’bah”. Tidak semua doa yang populer di masyarakat memiliki dasar hadits yang kuat.

Karena itu, jamaah boleh berdoa dengan doa apa saja yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

Apa yang Sebaiknya Didoakan?

Anda dapat memohon:

  • Ampunan dosa.
  • Kesehatan.
  • Keteguhan iman.
  • Rezeki yang halal dan berkah.
  • Kebaikan keluarga.
  • Keselamatan dunia dan akhirat.
  • Kemudahan dalam beribadah.
  • Agar dapat kembali ke Tanah Suci.

Tidak perlu menghafalkan doa panjang. Doa sederhana yang keluar dari hati pun sangat berarti.

6. Saat Thawaf Mengelilingi Ka’bah

Tujuh putaran thawaf bukan hanya perjalanan mengelilingi Ka’bah. Setiap putaran dapat menjadi kesempatan untuk berbicara kepada Allah melalui doa dan dzikir.

Saat melakukan thawaf, jamaah dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa.

Tidak ada kewajiban membaca doa tertentu untuk setiap putaran. Jamaah dapat berdoa sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Salah satu doa yang masyhur dibaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.

Artinya:

“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.”

Jamaah juga dapat memanjatkan doa pribadi dalam bahasa yang dipahami.

Jangan sampai sibuk mencari buku kumpulan doa hingga kehilangan kekhusyukan dalam thawaf.

7. Di Maqam Ibrahim

Tidak jauh dari Ka’bah terdapat sebuah tempat yang mengingatkan kita pada perjuangan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam membangun Baitullah.

Maqam Ibrahim merupakan tempat yang memiliki sejarah penting dalam pembangunan Ka’bah.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 125:

“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.”

Setelah selesai thawaf, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.

Jika area tersebut penuh, jamaah dapat shalat di tempat lain di dalam Masjidil Haram.

Pelajaran dari Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim bukan hanya tentang sebuah tempat, tetapi juga mengingatkan jamaah pada:

  • Ketauhidan.
  • Ketaatan kepada Allah.
  • Pengorbanan.
  • Kesabaran.
  • Perjuangan dalam menjalankan perintah Allah.

Berdoalah agar kita dapat meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

8. Saat Berada di Bukit Shafa dan Marwah

Perjalanan antara Shafa dan Marwah mengingatkan kita pada perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk Nabi Ismail AS.

Sa’i antara Shafa dan Marwah merupakan salah satu rangkaian penting dalam ibadah umroh dan haji.

Di tempat ini, jamaah dapat memperbanyak doa dan dzikir sambil mengingat kisah keteguhan Siti Hajar.

Ketika berada di Shafa dan Marwah, terdapat tuntunan dzikir tertentu yang dapat dibaca. Jamaah juga dapat berdoa sesuai kebutuhan.

Pelajaran dari Sa’i

Kisah Siti Hajar mengajarkan bahwa:

Ikhtiar harus berjalan bersama tawakal.

Siti Hajar tidak hanya duduk menunggu pertolongan Allah. Ia berusaha mencari air dengan berjalan dan berlari antara Shafa dan Marwah.

Dari kisah tersebut, jamaah dapat belajar untuk tetap berusaha meskipun keadaan sulit.

9. Saat Sujud di Masjidil Haram

Jika Anda mencari momen paling dekat untuk mencurahkan isi hati kepada Allah, jangan lupakan satu tempat yang selalu tersedia: saat sujud.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ketika sedang sujud.

Karena itu, jamaah dapat memanfaatkan waktu shalat di Masjidil Haram untuk memperbanyak doa ketika sujud.

Tidak harus menggunakan bahasa Arab untuk doa pribadi di luar bacaan shalat yang telah ditentukan. Untuk tata cara dan lafaz doa di dalam shalat, sebaiknya mengikuti tuntunan fikih yang diyakini.

Kadang-kadang doa terbaik bukanlah doa yang panjang, melainkan doa yang benar-benar lahir dari hati.

10. Saat Hujan di Makkah

Ketika hujan turun di Tanah Suci, jangan hanya melihatnya sebagai fenomena cuaca. Jadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk memperbanyak doa.

Hujan merupakan salah satu waktu yang dikenal dalam hadits sebagai waktu yang diharapkan menjadi waktu terkabulnya doa.

Jika jamaah sedang berada di Makkah dan hujan turun, manfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa.

Anda dapat memohon:

  • Ampunan.
  • Kesehatan.
  • Rezeki.
  • Perlindungan keluarga.
  • Kemudahan dalam kehidupan.
  • Keberkahan.
  • Husnul khatimah.

11. Saat Sepertiga Malam di Masjidil Haram

Bayangkan suasana Makkah ketika sebagian besar jamaah sedang beristirahat, sementara Anda berdiri dalam shalat malam di Masjidil Haram.

Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang sangat utama untuk berdoa.

Dalam hadits shahih, Rasulullah SAW menjelaskan tentang turunnya Allah SWT ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan menyeru hamba-Nya untuk berdoa dan memohon ampun.

Karena itu, jamaah yang memiliki kesempatan dapat memanfaatkan waktu malam untuk:

  • Tahajud.
  • Witir.
  • Istighfar.
  • Membaca Al-Qur’an.
  • Berdoa untuk keluarga.
  • Memohon ampunan.
  • Meminta kebaikan dunia dan akhirat.

Jika siang hari Makkah terasa penuh dan ramai, malam hari bisa menjadi waktu yang lebih tenang untuk bermunajat.

12. Di Masjidil Haram Setelah Shalat Fardhu

Jangan buru-buru meninggalkan masjid setelah salam. Bisa jadi, beberapa menit setelah shalat justru menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak dzikir dan doa.

Setelah melaksanakan shalat fardhu di Masjidil Haram, jamaah dapat melanjutkan dengan:

  1. Membaca dzikir setelah shalat.
  2. Membaca istighfar.
  3. Membaca Al-Qur’an.
  4. Memanjatkan doa.
  5. Bershalawat.
  6. Mendoakan keluarga dan orang-orang yang telah meminta didoakan.

Kebiasaan sederhana ini dapat membuat waktu di Tanah Suci menjadi jauh lebih bermakna.

Apakah Semua Tempat di Makkah Bisa Disebut Tempat Mustajab?

Ini bagian penting yang sering terlewat. Jangan sampai informasi tentang tempat mustajab justru membuat jamaah memiliki keyakinan yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Istilah “mustajab” perlu digunakan dengan hati-hati.

Ada tempat dan waktu yang memiliki keutamaan berdasarkan dalil, tetapi tidak berarti setiap titik di Makkah secara otomatis menjamin doa pasti dikabulkan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 186:

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.”

Karena itu, seorang Muslim hendaknya memiliki keyakinan bahwa Allah-lah yang mengabulkan doa, bukan tempat, benda, atau bangunan tertentu.

Tempat yang mulia menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah, bukan alasan untuk menggantungkan doa kepada selain Allah.

Adab Berdoa di Tanah Suci

Doa yang baik bukan hanya tentang tempatnya, tetapi juga bagaimana kita menghadap Allah ketika berdoa.

Berikut beberapa adab yang dapat diperhatikan jamaah:

1. Ikhlas

Berdoalah hanya kepada Allah SWT.

2. Memuji Allah

Awali doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Yakin kepada Allah

Berdoalah dengan keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.

4. Memperbanyak Istighfar

Mohon ampun sebelum meminta berbagai kebutuhan.

5. Tidak Tergesa-gesa

Jangan merasa doa tidak dikabulkan hanya karena keinginan belum terwujud.

6. Tidak Mengganggu Jamaah Lain

Berdoa dengan suara yang tidak berlebihan dan tidak menghalangi orang lain beribadah.

7. Tidak Memaksakan Diri

Jika tempat tertentu terlalu padat, jangan memaksakan diri untuk masuk.

Keselamatan, ketertiban, dan menghormati sesama jamaah juga merupakan bagian dari akhlak dalam beribadah.

Doa Apa yang Sebaiknya Dibawa Saat Umroh?

Jangan menunggu sampai tiba di depan Ka’bah baru memikirkan apa yang ingin didoakan. Persiapkan daftar doa sejak masih di rumah.

Anda dapat membuat daftar doa yang mencakup:

Doa untuk Diri Sendiri

  • Ampunan dosa.
  • Kesehatan.
  • Keteguhan iman.
  • Rezeki halal.
  • Kemudahan urusan.
  • Keselamatan.
  • Kebaikan dunia dan akhirat.

Doa untuk Orang Tua

  • Kesehatan.
  • Ampunan.
  • Umur yang berkah.
  • Kemudahan dalam beribadah.
  • Kebaikan dunia dan akhirat.

Doa untuk Keluarga

  • Keharmonisan.
  • Perlindungan.
  • Rezeki.
  • Kesehatan.
  • Kesuksesan yang diberkahi.

Doa untuk Masa Depan

  • Kemudahan pekerjaan.
  • Kelancaran usaha.
  • Jodoh bagi yang belum menikah.
  • Keturunan yang saleh.
  • Rumah tangga yang sakinah.
  • Keberkahan hidup.

Jangan Lupakan Doa untuk Orang Lain

Selain mendoakan diri sendiri, jangan lupa mendoakan orang lain.

Doakan saudara, sahabat, guru, orang yang telah membantu Anda, serta umat Islam secara umum.

Tips Agar Doa di Tanah Suci Lebih Khusyuk

Umroh adalah perjalanan spiritual. Jangan biarkan kesibukan mengambil seluruh perhatian Anda.

Berikut beberapa tips sederhana:

Buat Daftar Doa

Tuliskan doa sebelum berangkat agar tidak ada hal penting yang terlupakan.

Kurangi Penggunaan Gadget

Dokumentasi tentu boleh, tetapi jangan sampai kamera lebih sering digunakan daripada waktu untuk berdzikir.

Pahami Arti Doa

Jika membaca doa dalam bahasa Arab, usahakan mengetahui artinya agar hati lebih terhubung dengan doa.

Jangan Terlalu Fokus pada Tempat

Jangan berpikir bahwa doa hanya akan dikabulkan jika berada di titik tertentu.

Perbanyak Dzikir

Gunakan waktu menunggu shalat, berjalan menuju masjid, atau setelah ibadah untuk berdzikir.

Jaga Kondisi Tubuh

Ibadah membutuhkan tenaga. Istirahat yang cukup agar dapat beribadah dengan optimal.

Bawa Pulang Lebih dari Sekadar Oleh-Oleh

Suatu hari, perjalanan umroh akan selesai. Koper akan kembali dibawa pulang, foto-foto akan tersimpan di galeri, dan kehidupan akan kembali seperti biasa. Namun, doa dan perubahan diri setelah pulanglah yang seharusnya menjadi oleh-oleh paling berharga.

Makkah memberikan kesempatan luar biasa bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Manfaatkan kesempatan berada di Masjidil Haram, dekat Ka’bah, Multazam, Hijr Ismail, Shafa dan Marwah, serta waktu-waktu utama untuk memperbanyak doa dan ibadah.

Yang paling penting, jangan menjadikan tempat sebagai jaminan bahwa doa pasti dikabulkan. Tetaplah yakin bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa untuk mengabulkan doa.

Semoga setiap jamaah yang berkunjung ke Tanah Suci mendapatkan umroh yang mabrur, penuh keberkahan, dan membawa perubahan positif setelah kembali ke tanah air.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

PT. Adam Internasional Tur I Travel Umroh & Haji Terpercaya

 

Bagikan Artikel

Artikel Menarik Lainnya