Perjalanan Panjang Surabaya – Madinah Bersama Adam Internasional

Jamaah Umrah Adam Internasional foto bersama di Bandara Juanda Surabaya sebelum keberangkatan 23 November 2025.

Setiap perjalanan punya ceritanya sendiri. Namun, perjalanan kali ini terasa berbeda karena ini adalah babak awal dari rangkaian ibadah panjang para tamu Allah.

Awal Perjalanan: Kumpul Subuh di Juanda

Minggu dini hari, tanggal 23 November 2025, saat sebagian besar kota Surabaya masih terlelap, kesibukan justru sudah terlihat di Bandara Juanda. Jarum jam baru menunjukkan pukul 05.00 WIB, tapi wajah-wajah antusias sudah memenuhi ruangan.

Ini adalah start dari perjalanan jamaah Umrah dengan Adam Internasional Tur & Travel. Rasa kantuk seolah kalah oleh semangat yang tinggi.

Di sinilah momen kebersamaan pertama terbentuk. Koper-koper berjajar rapi, dan satu per satu jamaah mulai mengenakan syal merah maroon kebanggaan kami tanda kekompakan keluarga besar Adam Internasional. Setelah sesi bimbingan singkat dan doa pelepasan, rombongan bersiap menuju gerbang keberangkatan.

Terbang Menuju Jakarta & Transit Singkat

Tepat pukul 08.20 WIB, pesawat Garuda Indonesia lepas landas meninggalkan Surabaya menuju Jakarta.

Di dalam kabin, suasana terasa hangat. Ada pasangan lansia yang saling membantu mengecek sabuk pengaman, ada juga keluarga muda yang sibuk menenangkan si kecil. Semua punya satu tujuan yang sama: menjadi tamu Allah.

Kami mendarat untuk transit di Jakarta pukul 09.50 WIB. Jeda waktu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ini dimanfaatkan jamaah untuk meluruskan kaki dan beristirahat sejenak. Menunggu jadwal penerbangan selanjutnya di sore hari tidak terasa membosankan karena tim Adam Internasional selalu sigap mendampingi kebutuhan jamaah, memastikan semua dokumen dan persiapan aman.

9 Jam di Atas Awan Menuju Jeddah

Pukul 15.40 WIB, panggilan boarding terdengar. Perjalanan lintas benua pun dimulai: rute direct flight Jakarta menuju Jeddah.

Sembilan jam di udara adalah waktu yang tepat untuk istirahat dan bermuhasabah. Di ketinggian ±30.000 kaki, hati rasanya mulai bergetar. Bayangan Ka’bah dan Masjid Nabawi yang selama ini hanya dilihat di sajadah, sebentar lagi akan nyata di depan mata. Fasilitas Garuda Indonesia yang nyaman membuat perjalanan panjang ini terasa lebih ringan.

Welcome to Saudi Arabia

Tepat pukul 21.45 Waktu Arab Saudi (WSA), roda pesawat akhirnya menyentuh landasan Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

Alhamdulillah…”

Ucapan syukur itu terdengar bersahutan saat pesawat mendarat mulus. Lelah? Sudah pasti. Total perjalanan dari Surabaya sudah memakan waktu seharian penuh. Tapi, lihatlah suasana saat jamaah keluar dari pintu kedatangan.

Seperti yang terambil dalam lensa kamera tim dokumentasi kami, lelah itu seolah sirna tak berbekas. Syal-syal merah maroon tampak mendominasi area kedatangan, memudahkan jamaah untuk saling mengenali.

Lihatlah para bapak yang tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol tanda semangat. Lihat juga keluarga kecil yang membawa buah hati mereka

Momen di terminal kedatangan ini adalah momen paling jujur. Wajah-wajah yang tadinya tegang karena proses imigrasi dan pengambilan bagasi, kini berubah menjadi wajah-wajah sumringah penuh harapan.

Menuju Kota Sang Nabi

Perjalanan belum usai. Dari Jeddah, sesuai rencana perjalanan, kami langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Kota Madinah. Bus VIP yang nyaman sudah menanti di parkiran bandara.

Sepanjang perjalanan malam membelah jalanan Saudi, lantunan shalawat mulai terdengar syahdu di dalam bus. Tidak ada yang ingin melewatkan detik pertama melihat lampu-lampu kota Madinah dan menara Masjid Nabawi dari kejauhan.

Waktunya Istirahat & Isi Ulang Energi

Bus akhirnya berhenti di depan hotel. Alhamdulillah, perjalanan panjang hari ini resmi tuntas.

Setelah pembagian kunci kamar dan memastikan koper aman, saatnya jamaah meluruskan kaki dan beristirahat. Badan memang lelah, tapi hati puas. Malam ini kami akan tidur nyenyak untuk mengumpulkan tenaga. Besok, jadwal padat dan istimewa sudah menanti.

Bagikan Artikel

Artikel Menarik Lainnya