Sering Berujung Denda! Kenali 4 Area Terlarang untuk Selfie dan Bikin Konten di Masjidil Haram

Area Terlarang DI masjidilharam

Keinginan merekam momen spiritual saat berada di Tanah Suci memang sangat manusiawi. Banyak jamaah yang ingin membagikan kebahagiaan mereka melalui media sosial. Namun, Anda wajib memahami bahwa otoritas keamanan Masjidil Haram menerapkan aturan ketertiban dan privasi yang sangat ketat.

Kenyataannya, aparat keamanan (Askar) tidak akan segan-segan menghapus paksa foto Anda, atau bahkan menahan Anda jika melanggar batasan tersebut. Oleh karena itu, mari kita membahas empat area dan kondisi larangan membuat konten yang sering jamaah abaikan.

1. Berhenti Mendadak di Tengah Jalur Tawaf (Mataf)

Pertama-tama, saat Anda melaksanakan rukun tawaf mengelilingi Ka’bah, Anda harus terus berjalan mengikuti arus putaran jutaan manusia. Sering kali, jamaah mendadak menghentikan langkah mereka hanya untuk mengambil video atau selfie.

Akibatnya, tindakan egois ini sangat membahayakan keselamatan jamaah lain yang mendesak dari arah belakang. Faktanya, petugas Askar yang berjaga pasti akan langsung menghalau dan mengusir Anda keluar dari barisan jika melihat Anda asyik bermain ponsel di area padat ini.

2. Merekam Wajah Askar dan Privasi Jamaah Lain

Selanjutnya, Pemerintah Arab Saudi memiliki undang-undang privasi siber yang sangat tegas. Anda sama sekali tidak boleh merekam atau memotret wajah aparat keamanan yang sedang bertugas mengatur jalan.

Selain itu, mengarahkan kamera secara sengaja ke wajah jamaah negara lain yang sedang menangis atau khusyuk berdoa juga sangat melanggar etika. Jika mereka merasa risih, mereka berhak penuh untuk melaporkan tindakan Anda kepada pihak kepolisian setempat.

3. Membawa Tripod, Tongsis, dan Peralatan Kamera Profesional

Lebih lanjut, jika Anda berniat membuat vlog layaknya profesional, urungkan niat tersebut sekarang juga. Petugas pemeriksaan di setiap pintu masuk pasti akan menahan Anda jika Anda membawa peralatan pendukung seperti tripod, gimbal, microphone, atau kamera DSLR bersensor besar.

Pihak pengelola masjid hanya mengizinkan penggunaan kamera ponsel pintar (smartphone) biasa untuk keperluan dokumentasi pribadi yang wajar. Oleh sebab itu, cukup simpan peralatan canggih Anda di dalam kamar hotel agar Anda tidak menimbulkan kecurigaan saat melewati mesin pemindai (X-Ray).

4. Mengangkat Ponsel Tinggi-Tinggi di Area Saf Wanita

Terakhir, aturan menjaga pandangan dan privasi di area tempat shalat khusus wanita berlaku sangat mutlak. Aparat melarang keras setiap jamaah yang mengangkat ponsel tinggi-tinggi untuk merekam suasana sekitar, mengingat banyak wanita yang mungkin sedang membuka cadar atau merapikan hijabnya.

Terlebih lagi, saat Anda memasuki area krusial seperti Raudhah di Masjid Nabawi, sebaiknya Anda memfokuskan seluruh perhatian untuk memanjatkan doa. Sebab, petugas hanya memberikan durasi kunjungan yang sangat singkat, sehingga sangat rugi jika Anda membuang waktu emas tersebut demi sebuah konten.

Niatkan Ibadah, Bukan Mencari Pengakuan

Pada dasarnya, mengabadikan kenangan ibadah adalah hal yang wajar, asalkan Anda mengetahui ruang dan waktunya. Pastikan niat utama Anda terbang ke Tanah Suci tetap lurus untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan sekadar mencari jumlah likes di media sosial.

Maka dari itu, mari kita menjaga adab dan etika agar perjalanan suci ini membawa keberkahan yang maksimal. Simpan ponsel Anda, buka mushaf Al-Qur’an Anda, dan raihlah pahala sebanyak-banyaknya selagi berada di rumah Allah!

Sumber Referensi Resmi:

  1. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi (MoHU) – Panduan Tata Tertib dan Larangan Fotografi di Kawasan Dua Masjid Suci.

  2. Haramain Sharifain – Edaran Aturan Privasi dan Keamanan Jamaah di Mataf dan Raudhah.

Bagikan Artikel

Artikel Menarik Lainnya