Belanja Oleh-oleh Gak Pake Mahal! Ini 5 Kosakata Bahasa Arab ‘Ajaib’ Buat Nawar Harga

Jamaah Adam Internasional

Siapa bilang belanja di Tanah Suci harus selalu mahal? Faktanya, para pedagang di pasar Makkah dan Madinah sangat senang jika pembelinya berinteraksi menggunakan Bahasa Arab, meskipun hanya sedikit-sedikit.

Bahkan, sering kali mereka memberikan diskon khusus alias “harga saudara” bagi jamaah yang pandai mengambil hati.

Apakah Anda ingin memborong oleh-oleh tanpa membuat dompet jebol? Oleh karena itu, sebelum berangkat, mari hafalkan 5 kosakata “sakti” berikut ini. Kami menjamin, pengalaman belanja Anda akan menjadi jauh lebih seru!

1. “Kam Haadza?” (Berapa Harganya?)

Ini adalah kalimat pembuka wajib. Saat Anda menunjuk sebuah barang (misalnya sajadah atau gamis), tanyakan harganya dengan percaya diri: “Kam Haadza, Ya Akhi?” (Berapa ini, wahai saudaraku?).

Biasanya, pedagang akan langsung respek karena Anda berusaha menggunakan bahasa mereka. Ingat, jangan langsung menawar sebelum Anda tahu harga bukanya.

2. “Ghalii Jiddan!” (Mahal Banget!)

Jika pedagang menyebutkan harga yang menurut Anda tidak masuk akal (terlalu tinggi), jangan ragu untuk mengeluarkan jurus ini.

Katakan dengan ekspresi kaget yang natural: “Laa, laa… Ghalii jiddan!” (Enggak, enggak… Mahal banget!). Biasanya, mendengar kalimat ini, pedagang akan tertawa dan mulai menurunkan sedikit harganya. Langkah ini merupakan sinyal bahwa Anda bukan turis polos yang bisa mereka tipu harganya.

3. “Naqqis Ya Akhi” (Kurangin Dong)

Setelah bilang mahal, langkah selanjutnya adalah meminta potongan harga. Ucapkan kalimat sakti ini: “Naqqis Ya Akhi” atau “Aathini Khasm” (Kasih diskon dong).

Menariknya, tawar-menawar adalah budaya yang sangat lumrah di Arab. Selama Anda menawarnya dengan sopan dan sambil tersenyum, pedagang justru akan menikmati interaksi tersebut.

4. “Khalas” (Oke / Deal / Cukup)

Kata ini punya banyak arti, tapi dalam konteks belanja, kita menggunakannya untuk menyetujui harga.

Misalnya, pedagang akhirnya memberikan harga 50 Riyal dan Anda setuju. Maka katakan: “Khalas, 50 Riyal”. Sebaliknya, kata ini juga bisa Anda pakai untuk menolak secara halus jika Anda merasa harganya masih kemahalan dan ingin pergi: “Khalas, syukron” (Ya sudah, terima kasih).

5. “Halal?” (Boleh ya?)

Ini adalah jurus pamungkas untuk mengunci harga. Contohnya, pedagang memberi harga 50, tapi Anda minta 40. Sambil memegang uang 40 Riyal, tatap mata pedagangnya dan tanya sambil tersenyum: “Arba’in (40), Halal?”

Kata “Halal” di sini bermakna: “Ikhlas nggak kalau saya bayar segini?”. Karena pedagang di Tanah Suci takut memakan harta yang tidak ridho, biasanya mereka akan luluh dan menjawab “Halal, halal” (Iya, ambil saja).

Tips Belanja Aman Bersama Adam Internasional

Seru kan? Mempraktikkan bahasa asing memang menjadi tantangan tersendiri.

Akan tetapi, jika Anda masih ragu atau takut salah ngomong, jangan khawatir. Muthawif Adam Internasional selalu siap mendampingi jamaah saat wisata belanja. Kami akan membantu menerjemahkan, bahkan membantu menawar harga agar Anda mendapatkan barang terbaik dengan harga termurah.

Jadi, siapkan daftar oleh-oleh Anda, dan mari kita praktikkan jurus Bahasa Arab ini langsung di pasar Madinah!

Tunggu apa lagi? Yuk chat admin sekarang.

Kantor Pusat Adam Internasional
Grand Galaxy City RSA-2 No.15-17, Bekasi, Jawa Barat

Hotline: Customer Service

Website: AdamInternasional.id

Adam Internasional, Jalan Menuju Baitullah

Bagikan Artikel

Artikel Menarik Lainnya